AD (728x60)

Rabu, 23 September 2015

Mencari Terminal SCR Pada Compressor Mesin Pendingin

Share & Comment
Pada kompresor mesin-mesin pendingin, seperti: AC,kulkas,frezzer dll terdiri dari dua bagian utama yaitu STATOR dan ROTOR. Bagian STATOR adalah bagian yang diam (tidak berputar) yang terdiri dari sejumlah lillitan/gulungan kawat email yang membentuk kumparan. Pada kumparan Stator terdapat dua lilitan yaitu lilitan primer/utama dan lilitan sekunder/bantu Perbedaannya adalah: 1. Lilitan primer/utama > memiliki diameter kawat yang lebih besar dan jumlah lilitannya sedikit, selanjutnya ini di sebut sebagai R (running) 2. Lilitan sekunder/bantu > memiliki diameter kawat lebih kecil dengan jumlah lilitan yang banyak, dan disebut sebagai S (starting) dan Terminal penghubung di sebut sebagai C (common). Diantara kedua lilitan tersebut manakah yang paling besar nilai tahanannya..? Tentunya lilitan sekunder karena yang mempunyai lilitan lebih banyak sehingga nilai tahanannya pun bernilai besar pula. Bagian ROTOR adalah bagian yang bergerak/berputar yang terdiri dari kumpulan platlogam yang membentuk slinder dan di bagian tengahnya terdapat AS/shaft untuk menggerakan komponen kompresor. Pada unit kompresor biasanya terdapat 3 buah terminal yaitu: 1. Starting 2. Common 3. Running Untuk mengetahui letak ketiganya sangat mudah karena pada tutup terminal kompresor biasanya tertulis kode SCR. Tetapi tidak semuanya unit kompresor di beri kode SCR ada juga yang belum di kasih kode dan di tabung kompresor di label WARNING kira-kira begini bunyinya "Pastikan dengan benar letak terminal SCR sebelum memasang kompresor", karena bila salah dalam memasang socket pada terminal SCR mengakibatkan putaran motor kompresor menjadi terbalik dan dapat membuat kompresor macet/rusak. Jika pada penutup kompresor tidak terdapat kode Terminal SCR terpaksa kita harus mencarinya sendiri. Berikut adalah tips untuk mencari letak Terminal SCR pada kompresor mudah-mudahan bisa membantu. 1. Siapkan alat ukur Multi tester atau tang ampere (beserta pin pengukurnya) 2. Atur skala tang ampere atau multi tester pada skala x 10 Ω. 3. Buat sketsa segitiga, anggap saja Terminal SCR adalah titik X,Y,Z, ini dilakukan karena kita belum tahu pasti titik S,C,R secara pasti 4. Ukur nilai tahanan atau resistansi antara terminal X,Y dan Z. Ukurlah resistansi antara (X-Y),(X-Z) dan (Y-Z), kemudian catat nilai resistansinya misalnya Nilai nya X-Y 50Ω, X-Z 10Ω, Y-Z 60Ω hasil tahanan terbesar adalah kombinasi lilitan primer dan lilitan sekunder, dan Tahanan terkecil merupakan kombinasi lilitan primer dan terminal penghubung. - Garis Y-Z adalah tahanan terbesar, dan dapat dipastikan titik X adalah terminal penghubung yaitu C(Common) - Garis X-Z adalah tahanan terkecil, dan dapat dipastikan titik Y adalah terminal sekunder yaitu S (Starting) dan titik Z terminal utama yaitu R (running) Titik X = terminal C (common) Titik Y = terminal S (starting) dan Titik Z = terminal R (running) Terminal SCR pada kompresor sudah ditemukan sekarang tinggal menyambung socket yang terhubung ke Aliran listrik guna menghidupkan Compressor.
Tags:

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Kontak

SUMBER JAYA TEKNIK AC


Design, Maintenance & ServiceElectrical, Mechanical, Air Conditioner

Jln Jogokariyan MJ III No. 755 RT 43 RW XI Kelurahan Mantrijeron Kecamatan Mantrijeron Yogyakarta.
Telp (0274) 388195, 087839950448

[[ Minggu Tetap Buka ]]



Langganan Artikel

Kenapa Sumber Jaya Teknis AC?

Karena setiap AC yang kami tangani dikerjakan oleh tenaga ahli yang sudah berpengalaman.
Selain itu kami juga selalu mengedepankan Kualitas Layanan serta Kepuasan Pelanggan.
Copyright © Sumber Jaya Teknik | Theme by Templateism.com | Builded by bodi.web.id