AD (728x60)

Minggu, 27 September 2015

Mengenal Bagian AC

Share & Comment
Bagian AC dikelompokan menjadi 4 bagian : yaitu komponen utama, komponen pendukung, kelistrikan, dan bahan pendingin( refrigran) 1. Komponen Utama A. Kompresor Jika dianalogikan, cara kerja kompresor AC layaknya seperti jantung ditubuh manusia , sebagi pusat sirkulasi darah yang diedarkan keseluruh tubuh. Kompresor AC berfungsi sebagai pusat sirkulasi (memompa dan mengedarkan) bahan pendingin atau refrigran (Freon) keseluruh bagian AC. Fungsi kompresor lainnya adalah membentuk dua daerah tekanan yang berbeda, daerah bertekanan tinggi dan rendah. Ada tiga jenis kompresor AC yang banyak beredar dipasaran, yaitu kompresor torak (reciprokating compressor), sentri pugal, dan rotary .Ketiga jenis kompresor tersebut memiliki cara kerja yang berbeda , tetapi prinsipnya sama yaitu menciptaka komprehensi (tekanan ) dan kecepatan laju aliran pada refrigran atau Freon sebagai fluida didalam system pendinginan B. Kondesor Kondensor berfungsi sebagai alat penukaran kalor ,menurunkan temperatur refrigran dari bentuk gas menjadi cair.Biasanya pada kondensor AC menggunakan udara sebagai media pendinginnya (air cooling condensor ). Sejumlah kalor yang terdapat pada refrigeran dilepaskan keudara bebas dengan bantuan kipas (fan motor). Agar proses pelepasan kalor bisa lebih cepat, pipa kondensor didesain berliku dan dilengkapi dengan sirip. Untuk itu, pembersihan sirip-sirip pipa kondensor sangat penting agar perpindahan kalor refrigran tidak terganggu. Jika sirip-sirip kondensor dibiarkan dalam kondisi kotor, akan mengakibatkan AC menjadi kurang dinggin. C. Pipa Kapiler Pipa kapiler merupakan komponen utama yang berfungsi menurunkan tekanan refrigeran dan mengatur aliran refrigeran menuju evaporator. Fungsi utama pipa kapiler ini sangat vital karena menghubungkan dua bagian tekanan berbeda, yaitu tekanan tinggi dan tekanan rendah. Refrigeran bertekanan tinggi sebelum melewati pipa kapiler akan diubah atau diturunkan tekanannya. Akibat dari penurunan tekanan refrigeran akan menurunkan tekanan suhu. Pada bagian inilah (pipa kapiler) refrigeran akan mencapai suhu terendah (terdingin). Pipa kapiler terletak diantara saringan (filter) dan evaporator. Ketika mengganti atau memasang pipa kapiler baru, sebisa mungkin tidak bengkok karena bisa menyebabakan penyumbatan. Penggantian komponen pipa kapiler harus disesuikan dengan diameter dan panjang pipa sebelumnya. D. Evaporator. Evaporator berfungsi menyerap dan mengahasilkan panas dari udara ke refrigran. Akibatnya, wujud cair refrigeran setelah melewati pipa kapiler akan berubah wujud menjadi gas. Secara sederhana, evaporator bisa dikatakan sebagai alat penukar panas. Udara panas disekitar ruangan ber-AC diserap oleh evaporator dan masuk melewati sirip-sirip pipa sehinga suhu udara yang keluar dari sirip-sirip menjadi lebih rendah dari kondisi semula atau dingin. Sirkulasi udara ruangan ber-AC diatur oleh blower indoor. Bagian evaporator memerlukan pembersihan secara berkala. Pembersihan sirip-sirip pipa evaporator menjadi sangat penting karena berpengaruh pada laju perpindahan panas udara ruangan. Ketika sirip-sirip pipa evaporator tersumbat oleh kotoran, penyerapan panas pada udara tidak berjalan dengan baik.Akibatnya, embusan udara yang keluar dari AC terasa kurang dingin. Pada dasarnya, evaporator dan kondensor merupakan alat penukar panas, tetapi mempunyai prinsip kerja yang berlawanan. Dengan demikian, kedua bagian ini merupakan komponen yang sangat penting dan berpengaruh terhadap kerja sistim pendinginan secara keseluruhan 2. Komponen pedukung AC A. Strainer Strainer atau saringan berfungsi sebagai menyaring kotoran yang terbawa oleh refrigran didalam sistem AC. Kotoran yang lolos dari saringan karena strainer rusak dapat menyebabkan penyumbatan pipa kapiler. Akibatnya, sirkulasi refrigeran menjadi terganggu. Biasanya, kotoran yang menjadi penyumbatan sistem pendingin, seperti karat dan serpihan logam. B. Accumulator Accumulator berfungsi sebagai penampung sementara refrigeran cair bertemperatur rendah dan campuran minyak pelumas evaporator. Selain itu, accumulator juga berfungsi mengatur sirkulasi aliran bahan refrigeran agar bisa keluar masuk melalui saluran yang terdapat di bagian atas accumulator menuju ke saluran isap kompresor. Untuk mencegah agar refrigeran cair tidak mengalir kekompresor, accumulator mengkondisikan wujud refrigeran tetap dalam wujud gas, sebab ketika wujud refrigeran berbentuk gas akan lebih mudah masuk kedalam kompresor dan tidak merusak bagian dalam kompresor. C. Minyak Pelumas Kompresor Minyak pelumas atau oli kompresor pada sistim AC berguna untuk melumasi bagian-bagian kompresor agar tidak cepat aus karena gesekan. Selain itu, minyak pelumas berfungsi meredam panas dibagian-bagian kompresor. Sebagian kecil dari oli kompresor bercampur dengan refrigran, kemudian ikut bersikulasi didalam sistem pendingin melewati kondensor dan evaporator. Oleh sebab itu, oli kompresor harus memiliki persyaratan khusus, yaitu bersifat melumasi, tahan terhadap temperatur kopresor yang tinggi, mimiliki titik beku yang rendah karena bercampur dengan refrigeran, dan tidak menimbulkan efek negatif (merusak) pada sifat refrigeran serta komponen AC yang dilewatinya. Secara spesifik, syarat yang harus dipenuhi sebagai berikut : I. Memiliki struktur kimia yang stabil, tidak bereaksi dengan refrigran , dan tidak memiliki sifat korosi. II. Tidak merusak tembaga pada suhu 121 c. III. Tidak mengandung air, ter, lilin, dan kotoran lainnya. IV. Memiliki titik beku yang rendah sehingga masih dapat bersikulasi melewati suhu yang rendah. V. Tidak berbusa, sebab busa pada minyak pelumas dapat merusak katup kompresor dan menyumbat pipa kapiler. VI. Mempunyai koefesien dielektrik yang rendah atau tidak mengantar arus listrik. VII. Mampu melumasi pada temperatur yang tinggi dan rendah. D. Kipas(Fan atau Blower) Pada komponen AC, blower terletak dibagian indoor yang berfungsi menghembuskan udara dingin evaporator. Fan atau kipas terletak pada bagian outdoor yang berfungsi mendinginkan refrigeran pada kondensor. Sebenarnya penyebutan blower (bagian indoor) dan kipas (bagian outdoor) hanya untuk memudahkan karena keduanya memiliki bentuk yang berbeda. Blower berbentuk seperti tabung bersirip, sedangkan kipas terdiri dari bilah daun kipas. Keduanya bagian atau komponen yang berputar pada porosnya secara terus menerus ketika kompresor bekerja (dialiri arus listrik). Komponen blower( indoor) dan kipas (outdoor) digerakkan oleh motor listrik yang berbeda. 3. Komponen Kelistrikan A. Thermistor Alat ini bertugas sebagai pemutus aliran listrik ke mesin outdoor (otomatis mati hidup outdoor kompresor) dengan membaca temperatur dingin maksimal, di Ac biasanya terdapat 2 thermistor yang jadi satu ataupun terpisah, yakni thermistor untuk temparatur ruangan dan temperatur pipa epapurator. B. Kapasitor Kapasitor merupakan alat elektronik yang berfungsi sebagai penyimpan muatan listrik sementara. Dikatakan sementara karena kapasitor akan melepaskan semua muatan listrik yang terkandung secara tiba-tiba dalam waktu yang sangat singkat. Besarnya muatan yang bisa ditampung tergantung pada kapasitor-kapasitor. Satuan dari kapasitor-kapasitor adalah Farad ( F ). Biasanya kapasitor difungsikan sebagai penggerak kompresor pertama kali saat start kapasitor pertama kali. Dengan bantuan start kapasitor hanya butuh waktu sepersekian detik untuk membuat motor kompresor mencapai putaran penuh. Setelah itu secara otomatis hubungan listrik pada kompresor digantikan dengan listrik sentral (PLN). Dan kapasitor mengisi muatan kembali yang nantinya dapat digunakan untuk menyalakan kompresor saat start. Kesalahan penyambungan pada kapasitor dapat menyebabkan start kapasitor terus tersambung dengan kompresor sehingga mengakibatkan usia kapasitor tidak akan tahan lama dan cepat rusak (soak) C. Overloud Motor Protektor Overload Motor Protektor (OMP) merupakan alat pengaman motor lisrtik kompresor ( biasanya terdapat pada jenis kompresor hermetik). Kerja OMP dikendalikan oleh sensor panas yang terbuat dari campuran bahan logam dan bukan logam (bimetal). Batang Bimetal inilah yang membuka dan menutup arus listrik secara terus menerus atau kondisi kompresor yang terlalu panas, bimetal akan membuka sehingga arus listrik akan terputus. Begitu juga sebaliknya ketika suhu kompresor turun bimetal akan menutup arus listrik akan mengalir menuju kompresor sehingga kompresor mati. D. Kipas (fan atau blower) Pada komponen AC blower terletak di bagian indoor yang berfungsi menghembuskan udara dingin evaporator. Fan atau kipas terletak pada bagian Outdoor yang berfungsi mendinginkan refrigerant pada kondensor. Sebenarnya penyebutan blower pada bagian indoor dan kipas pada bagian outdoor hanya untuk memudahkan karena keduanya memiliki bentuk yang berbeda. Blower berbentuk seperti tabung bersirip, sedangkan kipas terdiri dari bilah daun kipas. Keduanya merupakan komponen yang berputar pada porosnya secara terus menerus ketika kompresor bekerja. Komponen blower (indoor) dan kipas (out door) sama-sama digerakkan oleh motor listrik yang berbeda. E.PCB Kontrol PCB kontrol merupakan alat mengatur keseluruhan Unit AC. Jika dianalogikan, fungsi PCB kontrol menyerupai fungsi otak manusia. Di dalam komponen PCB kontrol terdiri dari bermacam-macam alat elektronik seperti : thermistor, sensor, kapasitor, IC, Trafo Fuse, Saklar relay dan elektronik lainnya. Fungsinya pun beragam mulai dari mengontrol kecepatan blower indoor, penggerakkan swing, mengatur temperatur, lama pengoperasian (timer), sampai menyalakan atau menonaktifkan AC. F. Motor Listrik Tentu saja motor listrik berfungsi menggerakkan kipas (outdor) dan blower ( indoor ). Bentuk dan ukuran motor listrik indoor dan out door berbeda. Untuk membantu memaksimalkan putaran baik pada motor listrik indoor dan outdoor dibutuhkan start kapasitor yang berfungsi untuk menggerakkan motor listrik pertama kali hingga mencapai putaran penuh. Selanjutnya fungsi start kapasitor akan digantikan oleh arus listrik PLN untuk memutar kedua motor listrik tersebut. G. Motor Kompresor H.Bahan Pendingin atau Refrigeran Bahan pendingin atau refrigeran merupakan suatu jenis zat yang mudah diubah wujudnya dari gas menjadi cair ataupun sebaliknya. Jika dianalogikan Refrigerant didalam sistem pendingin sperti “darah” di dalam tubuh manusia. Refrigerant bersirkulasi secara terus-menerus melewati komponen utama AC (kompresor, kondensor, pipa kapiler dan evaporator selam tidak ada kebocoran sistem jumlah refrigerant tidak akan berkurang. Di Indonesia istilah refrigerant sering diistilahkan dengan “freon” untuk menyebutkan bahan pendingin atau refrigerant. Didalam sistem pendinginan keberadaan refrigerant mutlak diperlukan. Jenis refrigerant yang digunakan pada sistem pendingin AC adalah R 22. Ada juga unit AC yang menggunakan R-410 A, tetapi jumlahnya masih sedikit. Sebenarnya keberadaan R-410 A. lebih ramah lingkungan dan efisien dibandingkan dengan R-22. Namun tidak bisa begitu saja mengganti R-22 dengan R-410 A, sebab beberapa komponen juga harus diganti karena berpengaruh pada kinerja sistem pendingin secara keseluruhan. Adapun refrigerant yang digunakan secara umum harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : Þ Tidak beracun dan tidak berbau menyengat. Þ Tidak mudah meledak atau terbakar. Þ Mudah diketahui saat ada kebocoran. Þ Memiliki titik didih dan kondensasi yang rendah. Þ Susunan kimianya stabil. Þ Nilai konduktifitas thermalnya tinggi. Þ Konstanta dielektriknya kecil, tapi nilai resistansinya besar.
Tags: , ,

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Kontak

SUMBER JAYA TEKNIK AC


Design, Maintenance & ServiceElectrical, Mechanical, Air Conditioner

Jln Jogokariyan MJ III No. 755 RT 43 RW XI Kelurahan Mantrijeron Kecamatan Mantrijeron Yogyakarta.
Telp (0274) 388195, 087839950448

[[ Minggu Tetap Buka ]]



Langganan Artikel

Kenapa Sumber Jaya Teknis AC?

Karena setiap AC yang kami tangani dikerjakan oleh tenaga ahli yang sudah berpengalaman.
Selain itu kami juga selalu mengedepankan Kualitas Layanan serta Kepuasan Pelanggan.
Copyright © Sumber Jaya Teknik | Theme by Templateism.com | Builded by bodi.web.id